Thursday, August 20, 2015

Format Laporan Kunjungan 
Lengkap dengan Penjelasannya



Assalamu'alaikum...
Setelah melaksanakan kunjungan, biasanya kita diminta untuk membuat laporannya. Beberapa dari kita mungkin masih bingung bagaimana format penulisan laporan yang baik. Mulai sekarang, tidak usah bingung lagi.
Nih, saya akan nge-share salah satu contoh format laporan kunjungan. Berikut formatnya :

1. Sampul (Cover) Laporan
Bagian ini merupakan bagian paling depan dari sebuah laporan, termasuk laporan kunjungan. Sampul (Cover) terdiri dari : 
- Judul Laporan. 
  Dibuat se-spesifik mungkin agar si pembaca tahu secara jelas apa yang dilaporkan
- Foto / Gambar yang mewakili kunjungan yang dilaporkan
- Identitas Pembuat Laporan, seperti : Nama/Peserta, Kelas, No Absen, Sekolah, dsb.
*jika di dalam judul sudah memuat nama sekolah (misalnya : "Laporan Outing Siswa/Siswi Kelas VII SMPN 2 Yogyakarta ke PT Nissin Biscuit Indonesia Ungaran"), maka tidak perlu lagi mencantumkan nama sekolah dalam identitas.

2. KATA PENGANTAR
Kata Pengantar berisi kalimat-kalimat pengantar sebelum memasuki isi atau pembahasan dari suatu laporan. Umumnya, kata pengantar dapat berisi : 
- salam, 
- ucapan puji syukur kepada Tuhan YME, 
- penjelasan singkat tentang data yang didapat, 
- ucapan terima kasih kepada pihak-pihak tertentu terkait dengan kegiatan kunjungan, 
- permohonan maaf atas segala bentuk kekurangan dari laporan yang dibuat, 
- harapan pelapor untuk para pembaca,
- penutup 


3. DAFTAR ISI
Kalau yang ini sepertinya temen-temen sudah pada tahu kan bagaimana formatnya.

4. BAB I PENDAHULUAN 
a. Latar Belakang
   Berisi deskripsi umum mengenai objek/tempat yang dikunjungi. Deskripsi tersebut merupakan gambaran umum dari tempat kunjungan, biasanya dapat berisi definisi (pengertian), sejarah singkat berdirinya, daya tarik, kondisi, dll. Hal itu disesuaikan dengan objek kunjungan itu sendiri. Selain itu,dalam latar belakang yang terpenting adalah atas dasar apa dan alasan kunjungan tersebut dilaksanakan. Usahakan poin-poin penting terkandung di dalamnya. 

 b. Tujuan
  Adalah untuk apa kunjungan tersebut dilaksanakan. Tujuan dapat terbagi menjadi tujuan kunjungan dan tujuan penyusunan laporan.

5. BAB II PEMBAHASAN
   Pembahasan harus disampaikan secara jelas, detail, dan rinci karena bagian ini merupakan bagian terpenting dalam suatu laporan. Informasi yang disampaikan harus sesuai dengan bidang laporan tersebut. Misalnya, kamu akan membuat laporan kunjungan ke Kraton Ngayogyakarta dengan bidang IPS, nah kamu sebaiknya lebih memperdalam informasi seputar Kraton yang berkaitan dengan IPS, contohnya sejarah berdirinya atau nilai filosofis bangunan kraton. Gali dan cari informasi sebanyak mungkin tentang objek yang dituju. Jangan lupa sertakan pembahasan lengkapnya. Walau begitu, kita tetap harus memerhatikan dan memilah informasi, yang sekiranya penting saja. Gunakan bahasa yang mudah dipahami serta tidak berbelit-belit, sehingga pembaca akan dengan mudah menangkap isi laporan tersebut.

6. BAB III PENUTUP
     a. Kesimpulan
     Berisi intisari dari pembahasan. Kesimpulan merupakan jawaban dari tujuan.
     b. Saran 
Dalam meyampaikan saran, gunakan bahasa yang santun dan sebaiknya saran bersifat membangun.

7. DAFTAR PUSTAKA
8. DOKUMENTASI

Untuk lebih jelasnya, contoh Laporan dapat dilihat di postingan saya sebelumnya.   

Sekian dari saya, mohon maaf apabila terdapat banyak kekurangan maupun tutur kata yang kurang berkenan karena sejatinya saya juga masih dalam tahap belajar. Semoga dapat bermanfaat. Terima kasih :) 
Wassalamu'alaikum W.W.


Wednesday, March 18, 2015

LAPORAN OUTING (KUNJUNGAN) SISWA/SISWI SMP N 2 YOGYAKARTA 
KE PT CCA INDONESIA & PT NISSIN BISCUIT INDONESIA
SELASA, 3 MARET 2015

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum W. W.
            Alhamdulillah, puji dan syukur senantiasa kami panjatkan kepada kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan bantuan-Nya, sehingga kami dapat menyusun “Laporan Outing ke PT Coca Cola Amatil Indonesia & PT Nissin Biscuit Indonesia” dengan lancar tanpa ada kendala suatu apapun.
Adapun penyusunan Laporan Kunjungan Industri ini berdasarkan data-data yang diperoleh selama melakukan Outing. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan Laporan Outing ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1. Perusahaan PT Coca-Cola Amatil Indonesia & PT Nissin Biscuit Indonesia, yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk melaksanakan Kegiatan Outing .
2. Bapak/Ibu Guru yang telah membimbing kami selama berada disana.
3. Kedua orang tua dan saudara kami yang telah mendukung dan memberikan doa restu.
4. Pihak-pihak yang tidak dapat kami sebutkan , atas bantuan doa restu yang berhubungan dengan kegiatan Outing.
            Kami menyadari sepenuhnya bahwa laporan yang kami susun ini, masih banyak kekurangan dan kesalahan, sehingga kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak, khususnya pembaca, sangat diharapkan demi kesempurnaan Laporan ini.
            Demikian kata pengantar ini kami buat, semoga dapat bermanfaat khususnya bagi kami pribadi dan bagi orang lain pada umumnya.
Wassalamu’alaikum W. W.
Yogyakarta, 8 Maret 2015
Penyusun,                  



Dian Ajeng A.        Hanina Tito E.       Jacinda Nuurun A.      Rahma Aqisfi N.         Tsania M.

2



3. BAB I
PENDAHULUAN
a. Latar Belakang
PT Coca-Cola Amatil Indonesia (CCA Indonesia) adalah sebuah perusahaan manufaktur yang memproduksi minuman ringan terkemuka di Indonesia. Perusahaan ini memproduksi berbagai macam minuman ringan di bawah lisensi perusahaan The Coca-Cola Company yang berpusat di kota Atlanta, provinsi Georgia, Amerika Serikat. Sebagai perusahaan minuman ringan terbesar di dunia, pihak Coca-Cola tentunya menggunakan cara-cara produksi dan distribusi yang berbeda dengan perusahaan yang lain.
PT Nissin Biscuit Indonesia adalah sebuah perusahaan yang memproduksi berbagai macam biskuit dan telah mendistribusikan produk-produknya di hampir seluruh pelosok tanah air. PT Nissin di Ungaran merupakan salah satu pabrik dari Khong Guan group yang berpusat di Jakarta  yang memproduksi 3 merk yaitu Nissin, Monde dan Khong Guan. PT Nissin Biscuit Indonesia di Ungaran, Jawa Tengah,  telah memproduksi makanan-makanan ringan sejak tahun 1977. Kemasan produk biskuit melayani semua kalangan yaitu kemasan kecil sampai kemasan kaleng besar. 
Tentunya dengan menggunakan metode-metode atau cara-cara khusus yang membawa perusahaan-perusahaan tersebut hingga merajai pasaran dunia. Maka dari itu, siswa/siswi kelas VIII dan CI 1 SMP N 2 Yogyakarta, ingin mengetahui bagaimana cara pengelolaan yang digunakan perusahaan tersebut sehingga menjadi perusahaan raksasa yang terkenal. Maka diadakan sebuah kegiatan Outing di PT Coca-Cola Amatil Indonesia & PT Nissin Biscuit Indonesia yang berlokasi di Ungaran, Jawa Tengah.

b. Tujuan
Melalui pertimbangan terhadap latar belakang di atas, maka dapat kami simpulkan bahwa kami memiliki tujuan-tujuan sebagai berikut :
1) Tujuan Kegiatan Outing
     - Menambah wawasan dan ilmu pengetahuan terutama seputar bidang keindustrian.
     - Mengembangkan rasa keingintahuan dan membangun karakter siswa.
     - Memotivasi siswa agar dapat mengembangkan bakatnya, khususnya dalam dunia bisnis.
- Membuka pikiran dan menghantarkan siswa menjadi tenaga profesional yang berkualitas.
- Mengenal lebih dalam tentang sejarah, visi & misi, perkembangan, segala proses yang      dilakukan mulai dari proses produksi hingga pendistribusian, dan segala hal mengenai perusahaan PT CCA Indonesia & PT Nissin Biscuit Indonesia.
- Membandingkan ilmu yang diterima di sekolah dengan aplikasinya di dunia kerja

4

2) Tujuan Penyusunan Laporan
     - Memenuhi tugas dari sekolah untuk menyusun Laporan Outing.
     - Mengasah keterampilan siswa dalam menulis/menyusun laporan dan karya tulis siswa.
     - Melatih siswa agar dapat mendiskusikan sesuatu secara berkelompok.
     - Dapat menjadi sumber referensi bagi orang lain.


4. BAB II
     PEMBAHASAN

A. PT Coca Cola Amatil Indonesia Ungaran
     a. Waktu Pelaksanaan Outing
         Berangkat       : 06.00 WIB
         Tiba                 : 08.30 WIB
         Selesai            : 11.00 WIB
     b. Alamat
         : Jl. Soekarno-hatta km.30, Kel. Harjosari, Kec. Bawean, Kab. Semarang
     c. Penjelasan Tentang Coca Cola dan PT. CCA Indonesia
         Tempat : Di Aula PT. CCA Indonesia Ungaran
         1) Pukul 09.10 WIB
·   Sambutan oleh Ibu Ida selaku perwakilan dari PT Coca Cola Indonesia
·   Penyampaian serangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan di PT CCA Indonesia oleh Ibu Ida, yaitu sebagai berikut :
-   Sejarah berdirinya Coca Cola dan PT CCA Indonesia melalui tayangan video
-   Proses Produksi Coca Cola melalui tayangan video
-   Kegiatan Tanya Jawab antara siswa/siswi SMPN 2 Yogyakarta dengan Ibu Ida
-   Melihat langsung proses produksi
·   Penyerahan kenang-kenangan dari SMP NEGERI 2 YOGYAKARTA kepada pihak PT CCA Indonesia Ungaran
·   Sambutan dari Ibu Supriyati selaku perwakilan dari siswa/siswi SMP N 2 Yogyakarta
           2) Pukul 09.15 WIB                  
               Melihat tayangan video :
a)  Sejarah berdirinya Coca Cola
Coca-Cola pertama kali diperkenalkan pada tanggal 8 Mei 1886 oleh John Styth Pemberton, seorang ahli farmasi dari Atlanta, Georgia, Amerika Serikat. Dialah yang pertama kali mencampur sirup karamel yang kemudian dikenal sebagai Coca-Cola. Frank M. Robinson, sahabat sekaligus akuntan John, menyarankan nama Coca-Cola karena berpendapat bahwa dua huruf C akan tampak menonjol untuk
5

periklanan. Kemudian, ia menciptakan nama dengan huruf-huruf miring mengalir,
Spencer, dan lahirlah logo paling terkenal di dunia.
        
Dr. Pemberton menjual ciptaannya dengan harga 5 sen per gelas di apotiknya dan mempromosikan produknya dengan membagi ribuan kupon yang dapat ditukarkan untuk mencicipi satu minuman cuma-cuma. Pada tahun tersebut ia menghabiskan US$46 untuk biaya periklanan. Pada tahun 1892, Pemberton menjual hak cipta Coca-Cola ke Asa G. Chandler yang kemudian mendirikan perusahaan Coca-Cola pada 1892.
 Chandler piawai dalam menciptakan perhatian konsumen dengan cara membuat berbagai macam benda-benda cinderamata berlogo Coca-Cola. Gaya periklanan yang inovatif, seperti desain warna-warni untuk bus, lampu gantung hias dari kaca, serta serangkaian cinderamata seperti kipas, tanggalan dan jam dipakai untuk memasyarakatan nama Coca-Cola dan mendorong penjualan.
 Upaya mengiklankan merek Coca-Cola ini pada mulanya tidak mendorong penggunaan kata Coke, bahkan konsumen dianjurkan untuk membeli Coca-Cola dengan kata-kata berikut: "Mintalah Coca-Cola sesuai namanya secara lengkap; nama sebutan hanya akan mendorong penggantian produk dengan kata lain". Tetapi konsumen tetap saja menghendaki Coke, dan akhirnya pada tahun 1941, perusahaan mengikuti selera popular pasar. Tahun itu juga, nama dagang Coke memperoleh pengakuan periklanan yang sama dengan Coca-Cola, dan pada tahun 1945, Coke resmi menjadi merek dagang terdaftar
            b) PT Coca Cola Amatil Indonesia
Coca-Cola Bottling Indonesia merupakan salah satu produsen dan distributor minuman ringan terkemuka di Indonesia. Perusahaan ini memproduksi dan mendistribusikan produk-produk berlisensi dari The Coca-Cola Company.
PT Coca Cola Amatil Indonesia memproduksi dan mendistribusikan produk Coca-Cola ke lebih dari 400.000 outlet melalui lebih dari 120 pusat penjualan.
Coca-Cola Bottling Indonesia merupakan nama dagang yang terdiri dari perusahaan-perusahaan patungan (joint venture) antara perusahaan-perusahaan lokal yang dimiliki oleh pengusaha-pengusaha independen dan Coca-Cola Amatil Limited, yang merupakan salah satu produsen dan distributor terbesar produk-produk Coca-Cola di dunia.
Coca-Cola Amatil pertama kali berinvestasi di Indonesia pada tahun 1992. Mitra usaha Coca-Cola saat ini merupakan pengusaha Indonesia yang juga adalah
6

 mitra usaha saat perusahaan ini memulai kegiatan usahanya di Indonesia.
Produksi pertama Coca-Cola di Indonesia dimulai pada tahun 1932 di satu pabrik yang berlokasi di Jakarta. Produksi tahunan pada saat tersebut hanya sekitar 10.000 krat.
Saat itu perusahaan baru memperkerjakan 25 karyawan dan mengoperasikan tiga buah kendaraan truk distribusi. Sejak saat itu hingga tahun 1980-an, berdiri 11 perusahaan independen di seluruh Indonesia guna memproduksi dan mendistribusikan produk-produk The Coca-Cola Company. Pada awal tahun 1990-an, beberapa diantara perusahaan-perusahaan tersebut mulai bergabung menjadi satu.
Tepat pada tanggal 1 Januari 2000, sepuluh dari perusahaan-perusahaan tersebut bergabung dalam perusahaan-perusahaan yang kini dikenal sebagai Coca-Cola Bottling Indonesia.
Saat ini, dengan jumlah karyawan sekitar 10.000 orang, jutaan krat produk kami didistribusikan dan dijual melalui lebih dari 400.000 gerai eceran yang tersebar di seluruh Indonesia.
              c) Proses Produksi Coca Cola “The Coca Cola Production”
                  Proses produksi Coca Cola secara singkat :
- Dibuat botolnya. Dibuat sejajar dan dimasukkan dalam mesin. Terbentuk   melalui panas tinggi.
-   Disterilkan.
-   Formula berupa konsentrat dicampur dengan air, CO2, gula, sirup coke.
-   Disterilkan
-   Ditutup, diberi segel, dan dikemas.
-   Siap didistribusikan.
              d) Bahan baku           :
                        -   Air (air olahan / air sumur)
                        -   Gula Tebu Murni
                        -   Sirup coke / konsentrat
                        -   CO2 (untuk menyegarkan

e) Komitmen PT Coca Cola Amatil Indonesia pada Lingkungan
Bisnis PT Coca Cola Amatil Indonesia tak lain adalah menghadirkan saat-saat menyegarkan yang unik dan memuaskan konsumen. PT Coca Cola Amatil
7
Indonesia sangat terpacu untuk melahirkan semangat serupa terhadap usaha-
usaha kami yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan, kesehatan dan
keselamatan kerja. Ini berarti, upaya berkesinambungan untuk menggali cara-cara baru dan lebih baik untuk meningkatakan kinerja kami di bidang pelestarian lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja.
Sebelum membuang limbah ke sungai, pihak PT Coca Cola Amatil Indonesia mengolah limbah sehingga tidak merusak biota sungai. Pihak PT Coca Cola Amatil Indonesia menyadari bahwa masalah yang berkaitan dengan lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja senantiasa mengalami perubahan sejalan dengan pengertian kami terhadap masalah-masalah tersebut yang juga berkembang dari waktu ke waktu. Oleh sebab itu, pihak PT Coca Cola Amatil Indonesia mengembangkan suatu sistem komprehensif yang mengacu pada standar internasional, termasuk di dalamnya ISO 14001, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Semua pabrik melaksanakan audit secara berkala dan menjalankan praktek-praktek terbaik di bidang perlindungan lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja mulai dari pengelolaan dan pemanfaatan kembali limbah produksi hingga berbagai program kesehatan dan keselamatan kerja.
PT Coca-Cola Bottling Indonesia memiliki komitmen untuk senantiasa memahami, mencegah dan memperkecil setiap dampak buruk terhadap lingkungan sehubungan dengan kegiatan produksi minuman ringan, serta terus berupaya memberikan pelayanan dan produk berkualitas yang diharapkan konsumen maupun pelanggan, dan menciptakan lingkungan kerja yang aman bagi seluruh karyawan.
Pihak PT Coca Cola Amatil Indonesia yakin bahwa seluruh karyawan PT Coca-Cola Botting Indonesia dan setiap orang yang tergabung di dalam perusahaan, serta semua mitra kerjanya, bersama-sama memainkan peranan penting dalam menerapkan kebijakan Perusahaan di bidang perlindungan lingkungan ini. Untuk itulah maka pihak PT Coca Cola Amatil Indonesia berupaya membekali para karyawan agar mampu melibatkan diri mereka sepenuhnya.
Pihak PT Coca Cola Amatil Indonesia akan:
-     Berusaha sebaik mungkin mencapai kinerja di bidang perlindungan lingkungan dengan memenuhi persyaratan dari The Coca-Cola Company dan Peraturan Perundangan yang berlaku
-     Senantiasa memasukkan pertimbangan-pertimbangan lingkungan dalam menyusun Business Plan (Perencanaan Bisnis) untuk memastikan bahwa pengelolaan masalah lingkungan selalu menjadi bagian yang integral dari Operasi Perusaha
-     Menerapkan dan mempertahankan sistem manajemen lingkungan terprogram, serta terus

8
menerus menyempurnakan dan meninjaunya agar senantiasa sejalan dengan operasi perusahaan
-     Mendorong dan membekali karyawan agar mampu mengenali, memahami dan bertindak pada setiap peluang yang ada untuk mencegah dan memperkecil setiap dampak negatif yang berpotensi menimbulkan masalah lingkungan
-     Mengembangkan dan menerapkan cara-cara meningkatkan efisiensi pemakaian sumber daya, termasuk energi, bahan kimia, air, kemasan dan bahan baku lainnya
-     Sedapat mungkin mencegah, mengurangi, menggunakan kembali dan mengolah semua limbah yang ditimbulkan di dalam area kita sendiri, serta menjamin prosedur pembuangan limbah tersebut dengan cara yang aman dan berdampak yang seminimal mungkin
-     Meminta para pemasok dan rekanan bisnis agar memenuhi standar pengelolaan lingkungan yang setara dengan yang kita anut.

f) Lokasi PT CCA Indonesia
     PT CCA Indonesia telah tersebar di berbagai daerah di Indonesia, yaitu :
-     Sumatera Bagian Utara
-      Sumatera Bagian Selatan
-     Jakarta
-     Jawa Barat
-     Jawa Tengah
-     Jawa Timur
-     Balinusa
-     Kalimantan
-     Sulawesi Bagian Selatan

g) Info Produk
Coca-Cola Bottling Indonesia memproduksi merk-merk inti seperti Coca-Cola, Sprite, Fanta, dan Frestea di dalam pabrik-pabriknya yang tersebar di seluruh Indonesia. Untuk menjaga agar mutu minuman yang dihasilkan sesuai dengan standar, kami menerapkan dengan ketat proses produksi yang diakui secara internasional.
Pemberian kode-kode pada setiap produk merupakan bagian terpenting dari keseluruhan proses. Dengan kode-kode itu kami menjaga agar para pelanggan mendapatkan minuman  dalam rasanya yang terbaik.
Setiap kode menunjukkan keterangan-keterangan tertentu tentang produk tersebut. Ada kode yang menunjukkan keterangan tentang tanggal pembuatan.
Ada kode yang lebih rumit, terdiri atas huruf dan angka yang menunjukkan hari, bulan, shift, dan pabrik tempat minuman tersebut dibuat. Ada lagi yang tidak tampak pada kemasan karena tinta yang digunakan hanya dapat dibaca dengan teknologi khusus.
9
Semua itu menunjukkan komitment PT Coca Cola untuk memastikan bahwa teknologi, sumber daya manusia maupun material yang dipergunakan, semuanya tertuju untuk kepuasan para pelanggan dan konsumen.
h) Produk PT Coca Cola :
·  Coca-Cola
Ø  Coca-Cola
Ø  Diet Coke
Ø  Coca-Cola Zero
·  Sprite
Ø  Sprite       
Ø  Sprite Zero
·  Fanta
Ø  Fanta Strawberry
Ø  Fanta Vitamin C  
Ø  Fanta Fruitpunch 
Ø  Fanta Orange
Ø  Fanta Blueberry
·   Frestea
Ø  Frestea Jasmine
Ø  Frestea Green
Ø  Frestea Apel-Lemon-Markisa
·   Minute Maid
Ø  Minute Maid Pulpy Orange
Ø  Minute Maid Pulpy Tropical
Ø  Minute Maid Pulpy O’Mango

10
·   Schweppes
·    AdeS
·   Powerade Isotonik
·   A & W
h) Penjualan dan Pemasaran Produk
PT Coca Cola Amatil Indonesia memiliki beberapa program untuk mendukung penjualan dan pemasaran produk-produk. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas konsumen, yaitu:
- Program Promosi
PT Coca Cola Amatil Indonesia mempunyai program promosi yang beragam, yang tidak hanya untuk meningkatkan penjualan dan pemasaran, tetapi juga meningkatkan loyalitas konsumen terhadap produk PT Coca Cola.
- Layanan Konsumen
Di Coca-Cola, Customer Service System (CSS), sistem pelayanan pelanggan kami, didesain untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas konsumen secara terus-menerus terhadap produk-produk Coca-Cola dengan menyediakan pelayanan yang optimal kepada seluruh pelanggan berdasarkan kebutuhan mereka masing-masing.
- Area Marketing Contractor
Terbatasnya sumberdaya dan kemampuan untuk melakukan pengembangan daerah tertentu, sekaligus komitmen untuk menciptakan peluang kerja yang luas di sektor informal, mendorong Coca-Cola untuk secara serius dan berkesinambungan mengembangkan jaringan Distribusi Tak Langsung (Indirect Distribution) berbasis Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia. Sistem Distribusi ini mengandalkan dua kelompok usaha kecil dan menengah yang terbagi dalam dua kelompok besar: Area Marketing Contractor (AMC) dan Street Vending.
- Layanan Pendingin Produk
Riset membuktikan bahwa 90% konsumen kami lebih menyukai membeli produk-produk Coca-Cola dalam keadaan dingin. Hal ini menunjukkan bahwa peranan Cold Drink Equipment (peralatan pendingin) sangat penting dalam meningkatkan pertumbuhan penjualan dan mendorong tingkat keuntungan para pelanggan kami.
- HoReCa
Dengan bekerjasama dengan berbagai Hotel, Restaurant, dan Café ternama, kami memberikan beragam penawaran menarik melalui program HoReCa ini.
11
i) Produksi dan Distribusi
Semua produk yang dijual dan didistribusikan oleh Coca-Cola Bottling Indonesia diproduksi di Indonesia. Saat ini terdapat 10 pabrik pembotolan yang tersebar di seluruh Indonesia. Selama ini pabrik-pabrik yang ada di Indonesia telah menerima berbagai penghargaan dari The Coca-Cola Company atas pencapaian standar yang melampaui standar yang ditetapkan untuk pabrik-pabrik sejenis di berbagai lokasi lain di dunia.
Semua pabrik diwajibkan mematuhi dan bahkan kerap kali melampaui berbagai ketentuan internasional dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan secara teratur melaksanakan audit di bidang pengawasan mutu, lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja.
Minuman Coca-Cola sebelum sampai ke tangan konsumen berawal dari bahan baku pilihan berkualitas tinggi yang diproses melalui beberapa tahapan, yaitu: persiapan bahan, pencampuran, pencucian, pengisian dan penutupan, pengkodean, pemeriksaan, pengemasan, dan pengangkutan.
Tim penjualan yang sangat besar tidak saja menjual produk-produk kepada para pelanggan, tetapi mereka juga memberikan saran bagaimana sebaiknya mereka menjual produk-produk Coca-Cola. Supervisor penjualan di PT Coca Cola juga teratur mengunjungi para pelanggan dan memberikan bimbingan, serta menampung masukan yang disampaikan para pelanggan.
Kebijakan penjualan dan distribusi secara menyeluruh diarahkan oleh National Office di Cibitung, Bekasi, namun penerapan kebijakan tersebut dilaksanakan oleh para manajer operasional dan regional yang handal dan berpengalaman beserta staf mereka
Pabrik Coca-Cola di Indonesia terbuka untuk kunjungan bagi semua lapisan masyarakat :
Kalangan pendidikan, instansi pemerintah/swasta, organisasi sosial dll. yang ingin melihat langsung proses produksi kami yang higienis dan berkualitas.
3) Tanya Jawab
a. Apa pendidikan minimal seseorang agar dapat bekerja di PT CCA Indonesia?
    : Pendidikan minimal karyawan CCA adalah D3
b. Berapa rata-rata jumlah botol  yang dapat terjual di PT CCA Indonesia?
    : Kapasitas botol terjual rata-rata 60.000 krat (1 krat = 24 botol)
c. Mengapa dinamakan Coca Cola?
    : Alasan namanya Coca Cola adalah agar mudah diingat dan mudah dilafalkan.       
     Coca Cola hanyalah serangkaian kata-kata.
d. Apa manfaatnya meminum Coca Cola?
    : Manfaat meminum Coca Cola adalah untuk menyegarakan badan dan menghilangkan      dahaga.

12
e. Apa nama produk isotonik yang telah diproduksi oleh Coca Cola?
    : Produksi Isotonik Coca Cola yaitu Aquarius.
 f. Berapa tahun atau sampai kapan masa kerja pekerja PT CCA Indonesia?
    : Pekerja Coca Cola masa kerjanya sampai usia 55 tahun.
  g. Apakah bahan baku yang digunakan Coca Cola diambil dari dalam negeri? Atau masih mengimpor dari luar negeri?
     : Bahan baku CCA berasal dari luar negeri.
 h. Pada tanggal berapakah PT CCA Indonesia Ungaran (Semarang) diresmikan?
     :  CCA Semarang diresmikan pada 5 Desember 1967
  i.Dimana tempat untuk  izin memperpanjang bangunan PT CCA Indonesia?
     : Izin memperpanjang bangunan di dinas terkait.
  j. Berapa lama masa bertahan/expired Coca Cola?
     : Sebenarnya tidak ada istilah “Expired” untuk produk Coca Cola. Produk Coca Cola lebih  menggunakan istilah “Best Before (Baik Digunakan Sebelum)”. Coca Cola bisa bertahan 1 tahun untuk botol kaca. Sedangkan untuk botol plastik dapat bertahan 6 bulan.
-   Efek samping meminum Coca Cola secara berlebihan
-   Efek samping meminum Coca Cola diluar jangka waktu 1 tahun.

l) Dampak Sosial Masyarakat tentang Keberadaan Pabrik
    Tentu saja banyak dampak sosial masyarakat tentang Keberadaan Pabrik, sebagian besar dampak sosial tersebut bersifat positif dikarenakan kehidupan masyarakat menjadi lebih sejahtera dengan adanya pabrik ini.
   - Menimalisir jumlah tuna karya yang bermukim di daerah sekitar Pabrik, sehingga masyarakat mendapat lapangan pekerjaan yang layak.
  - Wawasan dan ilmu pengetahuan masyarakat mengenai bidang bisnis semakin luas, dikarenakan perusahaan ini menyediakan layanan wisata industri
  - Pabrik ini menghasilkan para tenaga kerja yang professional
  - Kebutuhan ekonomi masyarakat dapat terpenuhi
  - Karena perusahaan ini telah mempunyai “Komitmen” terhadap Lingkungan, maka kondisi lingkungan akibat pencemaran yang mungkin saja ditimbulkan, dapat segera teratasi sehingga masyarakat tidak perlu merasa khawatir
 - dll

4) Pukul 10.10 WIB
    Closing/Penutupan

5) Pukul 10.15 WIB s.d. selesai
    Keliling melihat langsung proses pembuatan produk Coca Cola

6) Perjalanan menuju RM “Ibu Pudji”


13
B. PT NISSIN BISCUIT INDONESIA
A. PT NISSIN BISCUIT Indonesia Ungaran
     Nissin Biscuit Indonesia telah memproduksi aneka makanan ringan sejak tahun 1977. Dengan produk yang paling terkenal seperti Nissin, Monde dan Khong Guan, bersama dengan pabrik lain di bawah Kelompok Khong Guan di Jakarta, Nissin juga memproduksi aneka biskuit, kue, kerupuk, makanan ringan dan wafer dengan brand Butter Coconut, Frychip, Honey, Aynako, dan Longer Stick. Pekerjanya sekitar 700 orang, dengan pendidikan minimal SMA. Perusahaan ini didirikan oleh Bp. Thaja Kaylani dan Bp. Haris Darmono. Luasnya sekitar 8 ha.
     a. Waktu Pelaksanaan Outing
         Berangkat       :  12.15 WIB
         Tiba                 :  12.35 WIB
         Selesai            :  14.30 WIB
     b. Alamat
         : Jl. Raya Semarang km 23 Ungaran kab. Semarang JawaTengah Indonesia.
    c. Penjelasan tentang PT NISSIN BISCUIT Indonesia
 Tempat : Di Café Break PT NISSIN BISCUIT INDONESIA
1) Pukul 13.20 WIB
 Melalui tayangan video :
·            Sertifikat sertifikat yang didapat PT. NISSIN
·            Proses pembuatan :
-       Tepung diayak
-       Dicampur (mix)
-       Dipotong kecil kecil
-       Dibentuk
-       Dipanggang atau dipanaskan
-       Dikemas
·            Wisata Industri NISSIN
2) Pukul 13.35 WIB
Wisata Industri NISSIN (Melihat langsung proses pembuatan) yang dipandu oleh Mbak Pemandu
Klasifikasi bagian/tempat  dalam pabrik :
a) Tempat Pencampuran Bahan
b) Oven
c) Tempat Menyiman Bahan Baku
d) Tempat Pengayakan Tepung
e) Tempat Pencampuran (Mix) – 5 tingkat
f) Mesin Metadetector (Alat Pendeteksi Logam yang mungkin terdapat dalam bahan produksi)
g) Laboratorium untuk : bereksperimen (membuat inovasi/ produk baru), meneliti kandungan yang terdapat dalam poduk, menguji kualitas produk yang dihasilkan apakah produk tersebut layak untuk dikonsumsi
14
h) Mesin Pengoles Krim
i) Mixer, mesin pemotong, dan mesin pencetak
j) Mesin Pendinginan
k) Mesin Pengepressan
l) Oven, panjangnya sekitar 60 m
m) Mesin Pengemas

Macam-macam produk yang dihasikan PT Nissin Biscuit Indonesia :
-       DIN DON
-       Walens
-       Vegetable Crakcers
-       Egg rolls
-       O’tico
-       Serena
-       Biscoco
-       Nissin Cracker
-       Monde
-       dll
VISI & MISI PT NISSIN BISCUIT INDONESIA
VISI                                       VISI : PT Nissin bertekad menjadi produsen biscuit terbaik di    Indonesia
MISI : Memproduksi biscuit yang bergizi tinggi, higienis, inovatif dan berkualitas dengan cita rasa tinggi serta terjamin mutunya kepada pelanggan dengan cara terbaik yang dikembangkan oleh SDM yang unggul dengan teknologi modern.

Dampak Sosial Masyarakat tentang Keberadaan Pabrik
Tentu saja banyak dampak sosial masyarakat tentang Keberadaan Pabrik, sebagian besar dampak sosial tersebut bersifat positif dikarenakan kehidupan masyarakat menjadi lebih sejahtera dengan adanya pabrik ini.
 - Menimalisir jumlah tuna karya yang bermukim di daerah sekitar Pabrik, sehingga masyarakat mendapat lapangan pekerjaan yang layak.
  - Wawasan dan ilmu pengetahuan masyarakat mengenai bidang bisnis semakin luas, dikarenakan perusahaan ini menyediakan layanan wisata industri
  - Pabrik ini menghasilkan para tenaga kerja yang professional
  - Kebutuhan ekonomi masyarakat dapat terpenuhi
 - dan lain sebagainya

  3) Selesai Pukul 14.15 WIB
  4) Perjalanan pulang ke Yogyakarta
15
5. BAB III
PENUTUP
a. Kesimpulan
Hal yang dapat kami tuliskan seusai menyusun isi/pembahasan dari laporan ini adalah dengan menarik kesimpulan. Berikut beberapa kesimpulan yang dapat kami ungkapkan, anatara lain :
- PT Coca-Cola Amatil Indonesia (CCA Indonesia) adalah sebuah perusahaan manufaktur yang memproduksi minuman ringan terkemuka di Indonesia.Sebagai perusahaan minuman ringan terbesar di dunia, pihak Coca-Cola tentunya menggunakan cara-cara produksi dan distribusi yang berbeda dengan perusahaan yang lain.
- PT Nissin Biscuit Indonesia adalah sebuah perusahaan yang memproduksi berbagai macam biskuit dan telah mendistribusikan produk-produknya di hampir seluruh pelosok tanah air. PT Nissin di Ungaran merupakan salah satu pabrik dari Khong Guan group yang berpusat di Jakarta  yang memproduksi 3 merk yaitu Nissin, Monde dan Khong Guan.
- Dengan adanya kegiatan Outing ini siswa mendapat suatu pengalaman yang bermanfaat dan berkesan di hati masing-masing.
- Setiap siswa harus menaati semua peraturan yang berlaku, contohnya : tidak boleh menyalakan kamera/ memfoto, menyalakan benda elektronik ketika masuk ke dalam pabrik. Hal itu menunjukkan bahwa setiap tindakan pelanggaran yang dilakukan pasti ada risikonya.
b. Saran
Kami berharap dengan adanya saran-saran yang dapat kami sampaikan, untuk kedepannya perusahaan-perusahaan yang kami kunjungi dapat mengalami peningkatan dalam segala hal. Adapun saran-saran tersebut adalah :
-   Seharusnya, PT CCA Indonesia Ungaran menyediakan waktu yang lebih lama dan penjelasan yang lebih detail ketika melayani wisata industri bagi masayarakat (melihat langsung proses pembuatan di dalam pabrik) agar para pengunjung lebih paham.
-   Sebaiknya, perusahaan-perusahaan besar tersebut terus meningkatkan kualitas dan pelayanannya.

Sekian laporan yang dapat kami susun. Terima kasih.







16
6. DAFTAR PUSTAKA